Gunung Rinjani

Posted: Februari 3, 2012 in Uncategorized

Gunung Rinjani terletak di sebelah utara Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia sehingga termasuk dalamseven sumit Indonesia. Ketinggian puncak Gunung Rinjani hanya dikalahkan olehCartenz Pyramid di Papua dan Gunung Kerinci di Sumatra. Gunung Rinjani tidak hanya dikenal oleh warga Indonesia, namun juga dikenal oleh wisatawan asing. Setiap tahun tercatat ribuan wisata asing dan domestik yang mendaki gunung berketinggian 3.726 m dpl ini.

Hutan di Gunung Rinjani termasuk hutan jenis heterogen dan pada titik-titik tertentu berupa hutan jenis homogen. Pada ketinggian 1000 – 2000 m dpl akan ditemui bermacam-macam tumbuhan seperti beringin (ficus superb), garu (dysoxylum sp), dan perkebunan penduduk yang ditanami sayur-sayuran seperti kol, cabai, bawang, dan juga kentang. Pada ketinggian 2000–3000 m dpl, vegetasi yang dominan adalah cemara gunung (casuarina junghuniana). Sedangkan pada ketinggian 3000 m dpl ke atas terdapat jenis rumput–rumputan dan bunga edelweiss (www.trekkingrinjani.com). Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang ke arah timur dan barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak seluas 11.000.000 m2 dengan kedalaman 230 m. Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (Gunung Baru Jari) yang memiliki kawah berukuran 170m × 200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 m dpl

Berdasarkan cerita yang beredar di Suku Sasak yang bermukim di sekitar Gunung Rinjani, gunung tersebut menyimpan sejumlah misteri, salah satunya adalah tentang keberadaan Dewi Anjani yang. Dewi Anjani dipercayai sebagai keturunan langsung Raja Selaparang yang diperoleh dari hasil pernikahan dengan mahluk halus yang ada di Gunung Rinjani. Kerajaan Selaparang adalah salah satu kerajaan yang pernah ada di Pulau Lombok sekitar abad 13 dan runtuh pada abad 16. Pusat kerajaan ini di masa lampau berada di Selaparang, yang saat ini menjadi Desa Selaparang, Kecamatan Swela, Lombok Timur.

Cerita itu bermula ketika terjadi kekeringan yang panjang di Selaparang. Saat itu, Raja Selaparang memutuskan untuk bersemedi di Gunung Rinjani guna memohon turunnya hujan. Di Gunung Rinjani, Raja Selaparang bertemu dengan mahluk halus yang kemudian dinikahinya. Dari perkawinan ini kemudian lahirlah Dewi Anjani. Oleh karena itu, hingga saat ini masyarakat Sasak dan pemeluk Hindu Dharma di Pulau Lombok sering melakukan ritual Mulang Pakelem, yakni ritual memohon hujan dan kesuburan kepada Dewi Anjani. Ritual tersebut ditandai dengan pemberian sesembahan kepada dewa dengan cara ditenggelamkan ke Danau Segara Anak.

Sejak tahun 1990, kawasan Gunung Rinjani dinyatakan sebagai Taman Nasional yang kemudian dipertegas dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 280/Kpts-II/1997. Surat keputusan ini menyatakan bahwa kawasan dengan luas 40.000 hektare tersebut dijadikan sebagai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Selain itu, berdasarkan berita dari www.tempointeraktif.com, Gunung Rinjani juga dicanangkan untuk menjadi geopark pertama di Indonesia. Geopark Rinjani akan menambah daftargeopark dunia yang saat ini berjumlah 53 dan tersebar di 17 negara di bawah jaringan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Saat ini pengelolaan wisata pendakian ke puncak Rinjani sudah dilakukan secara profesional oleh sebuah badan yang terdiri dari unsur pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), warga sekitar Rinjani, dan Rinjani Trekking Management Board (RTMB). Sejak dikelola oleh RMTB, Gunung Rinjani telah meraih berbagai penghargaan internasional, di antaranya World Legacy Award (2004) dan finalis Tourism for Tommorow Award pada tahun 2005 serta 2008

Gunung Rinjani terkenal sebagai salah satu gunung di Indonesia dengan bentang alam dan keindahan yang menakjubkan. Selama menempuh perjalanan, Anda akan melewati hutan tropis yang sesekali Anda akan dapat melihat penampakan monyet liar di pinggir jalan. Areal perkebunan sayuran dan pemandangan ngarai hijau yang dihuni Suku Sasak tradisional terbentang luas. Dengan pesona yang seperti ini, Gunung Rinjani menjadi incaran para pecinta petualangan di alam bebas, baik pendaki domestik maupun mancanegara.

Jika selama ini Anda sering mendaki gunung di Jawa yang memiliki karakter hutan homogen dan heterogen, maka di Gunung Rinjani Anda akan menemukan karakter yang jauh berbeda. Tantangan awal yang akan Anda hadapi adalah padang sabana yang luas dan berbukit-bukit. Tanah tandus dan berdebu, serta iklim yang menyengat dan mudah berubah akan membuat stamina cepat terkuras. Karakteristik alam inilah yang memberikan pengalaman baru bagi para pendaki yang biasa mendaki gunung di wilayah Jawa.

Selepas padang sabana, Anda akan dihadang dengan tanjakan terjal dan jurang yang menganga di antara rimbunnya hutan heterogen. Selama perjalanan Anda dapat menyaksikan berbagai jenis fauna seperti monyet dan ayam hutan. Gunung Rinjani termasuk gunung yang aman dari ancaman binatang buas. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam, Anda akan sampai di Plawangan (punggung gunung) Sembalun Lawang. Di tempat yang merupakan pos pendakian terakhir sebelum puncak ini banyak tumbuh cemara gunung.

Sembari beristirahat di tempat ini, Anda dapat menikmati keindahan pemandangan Danau Segara Anakan yang terbentuk secara vulkanik akibat letusan Gunung Rinjani. Bagi Suku Sasak, Danau Segara Anakan merupakan tempat sakral yang dijaga kesuciannya. Tempat ini sering digunakan sebagai tempat ziarah dan peribadatan umat Hindu dan Islam Wettu Telu (sinkretisme Islam-Hindu).

Di Danau Segara Anakan para pendaki dapat melakukan berbagai aktivitas seperti memancing, berenang, berendam di kolam belerang alami, ataupun membakar ikan di pinggir danau. Ikan mas, mujair, dan karper merupakan ikan yang banyak dijumpai di danau ini. Biasanya para pendaki memilih mendirikan tenda serta menghabiskan banyak waktu di tempat ini. Gundukan bukit pasir yang mengeluarkan asap putih ke angkasa juga terlihat di seberang danau ini, yang dikenal sebagai Gunung Baru Jari. Belum banyak keterangan yang menjelaskan secara rinci mengenai gunung pasir yang masih aktif ini.

Dari Danau Segara Anakan, Anda memerlukan waktu sekitar 7 jam untuk mencapai puncak Gunung Rinjani. Perjalanan menuju puncak merupakan perjalanan yang sulit karena Anda harus meniti bibir kawah dan melintasi medan pasir serta batu. Secara umum, mendaki Gunung Rinjani tidak memerlukan alat bantu, tetapi stamina Anda harus kuat dan kesabaran yang berlipat. Anda juga harus lincah memanjat lereng cadas dengan kemiringan berkisar 40-80 derajat. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati dengan resiko reruntuhan batuan yang membahayakan bagi jiwa pendaki. Namun, beratnya medan akan terbayar lunas saat Anda mampu mencapai puncak Rinjani. Pemandangan alam yang indah telah menanti Anda. Bahkan jika cuaca sedang cerah, Anda dapat melihat Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi, dan Gunung Tambora di Sumbawa.

Secara administratif Gunung Rinjani terletak di tiga kabupaten, yaitu: Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Barat, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s