Pura Batu Bolong

Posted: Februari 3, 2012 in Uncategorized

Pura Batu Bolong , Berwisata ke Lombok sepertinya kurang lengkap jika tidak mengunjungi Pantai Senggigi, obyek wisata andalan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menjanjikan pesona tersendiri. Bahkan karena keindahan Pantai Senggigi, salah satu novelis Indonesia, Mira W., menciptakan sebuah novel berjudul “Segurat Bianglala di Pantai Senggigi”. Di tempat ini terdapat beragam destinasi wisata, salah satunya adalah sebuah pura bernama Pura Batu Bolong.

Sesuai dengan namanya Pura Batu Bolong, pura ini terletak di atas batu karang hitam Pantai Senggigi yang memiliki lubang atau bolong di tengahnya. Dengan posisinya yang menjorok ke tengah laut, tentu saja pura ini memiliki atmosfir keindahan tersendiri. Situs suci umat Hindu ini sekilas akan mengingatkan wisatawan pada Pura Tanah Lot di Pulau Bali, bangunan ibadah yang terletak di bibir pantai dengan posisi menjorok ke laut.

Menurut kisah yang diceritakan secara turun temurun, Dang Hyang Dwijenda seorang pendeta asal Jawa Timur yang memiliki peranan penting dalam perkembangan agama Hindu di Bali dan Lombok pernah singgah di tempat tersebut dalam perjalanan spiritualnya. Bahkan pendeta tersebut juga menolong beberapa bandega (nelayan) yang perahunya karam di dekat Ponjok Batu. Menurut legenda setempat, dulu di kawasan ini sering diadakan pengorbanan seorang perawan sebagai sajian makanan bagi Ikan Hiu yang tinggal di pantai. Legenda lain juga mengatakan bahwa pura ini merupakan tempat para wanita menerjunkan dirinya ke laut akibat patah hati. Terlepas dari semua legenda dan mitos yang melingkupinya, Pura Batu Bolong merupakan tempat yang menarik dan harus dikunjungi saat berwisata ke Senggigi.

Suara deburan ombak yang membentur batu karang, kemudian mengalir melewati lubang yang menganga ditingkahi angin laut yang bertiup kencang akan menciptakan magi tersendiri bagi siapapun yang menginjakkan kaki di Pura Batu Bolong. Pura yang berhadapan langsung dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali ini memiliki atmosfir spiritual yang mampu memberikan ketenangan dan kedamaian bagi umat Hindu yang ngaturang bakti (sembahyang dan beribadah) ke pura ini.

Di atas batu karang besar warna hitam ini terdapat dua buah pura. Saat berjalan menuruni anak tangga, Anda akan menemukan pura pertama yang berdiri di bawah naungan pohon yang rindang. Sedangkan pura kedua berdiri di atas karang yang menjulang setinggi kurang lebih 4 meter dan memiliki lubang di bawahnya. Untuk mencapai pura utama ini Anda harus berjalan dengan hati-hati supaya tidak terkena cipratan ombak yang menghantam karang.

Bagi Anda pengunjung biasa yang hanya ingin menikmati kendahan pura, kamera merupakan barang yang seharusnya Anda bawa ke tempat ini, karena Anda akan menemukan banyak hal menarik untuk diabadikan. Jika cuaca sedang cerah, Anda dapat melihat Gunung Agung di Pulai Bali yang menjulang tinggi. Selain itu, jika Anda datang pada sore hari maka tenggelamnya matahari dan perubahan warna langit dari sore menuju senja kemudian menjadi malam merupakan pemandangan yang tak boleh Anda lewatkan. Kemudian saat malam menjelang laangit malam akan bertabur kerlip bintang, dan suara debur ombak semakin riuh terdengar.

Saat Lebaran tiba, umat Muslim di Lombok akan berduyun-duyun membanjiri pantai di depan pura. Mereka akan beramai-ramai menikmati opor ayam, ketupat, ayam taliwang serta serundeng. Pada saat-saat seperti itu Anda akan melihat indahnya kerukunan dalam perbedaan. Meski mereka berbeda, mereka tetap rukun dan hidup berdampingan dengan harmonis.

Pura Batu Bolong terletak di atas batu karang Pantai Senggigi yang berdekatan dengan Pantai Batu Layar, sebelah Barat Laut Kota Mataram, Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Terletak kurang lebih 12 km dari Kota Mataram yang menjadi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan Pura Batu Bolong mudah dijangkau oleh wisatawan maupun orang-orang yang ingin berdoa di pura ini. Wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi dapat naik kendaraan umum maupun taksi yang ada di Kota Mataram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s